Shintya, Peraih Medali Perak O2SN 2018

Shintya-Perak-O2SN-Pencak-Silat-2018-Tunggal-Putri

O2SN, Yogyakarta – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan event tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang. Diharapkan akan menghadirkan siswa-siswi bertubuh sehat dan kuat serta menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi. O2SN juga menjadi salah satu sarana kaderisasi atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.

Shintya Rahmawati, seorang anak berusia 11 tahun asal Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Tanjung Barat ini sukses meraih medali pertamanya di tingkat nasional pada kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD di Jogjakarta pada tanggal 19-21 September 2018 di Hotel Sahid Jaya, Jogjakarta.

Shintya sukses meraih medali peraknya di nomor tunggal putri cabang olahraga pencak silat mewakili DKI Jakarta dengan perolehan poin sebanyak 445 di babak final tunggal putri dengan catatan waktu tepat 3 menit. Medali emas kategori ini berhasil diraih oleh pesilat asal Jawa Barat dengan perolehan poin sebanyak 455, sedangkan di posisi ke tiga diraih oleh pesilat asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan poin 444. Di O2SN ini, Shintya didampingi oleh pelatih perguruannya, Heru Nugroho, yang juga pelatih ranting pencak silat di SDN 07.

Pihak sekolah SDN 07 Tanjung Barat sangat mendukung Shintya dalam pertandingan kali ini. Kepala Sekolah (Bu Hj. Mamah), Wakil Kepala Sekolah (Bu Pinta), serta Guru Olahraga (Pak Yayan) turut hadir dan memberikan support terbaiknya untuk Shintya selama pertandingan O2SN berlangsung.

Sepulang dari O2SN, Shintya akan mengikuti pertandingan Porprov DKI di bulan Oktober nanti. Kita doakan yang terbaik untuk Shintya. Selamat!

Shintya-Perak-O2SN-Pencak-Silat-2018-Tunggal-Putri-Medali

Ozone Depletion Infographic

Ozone Depletion Infographic

World Ozone Day! An effort to reduce and healing the ozone depletion is presented by this infographic design. This infographic design competition is organized by Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Indonesia’s Ministry of Environment) in 2018.

The winner will be announced on September 16th, 2018. I hope the best of luck to me.

Sejarah PAMUR 1

Raden Hassan Habuddin Sastrosubroto lahir pada tanggal 1 April 1920 di Pamekasan, Madura. Raden Hassan Habuddin Sastrosubroto dalam menciptakan pencak silat berkomposisi 30% ilmu murni, 30% praktek, dan 40% ilham. Unsur ilham lebih dominan, oleh karena itu, ada beberapa gerakan yang sulit dicarikan rasionalnya, tetapi didalam praktik dan penggunaannya sesuai dengan kenyataan.

Raden Hassan Habuddin Sastrosubroto telah belajar silat lebih kurang dari 32 Padepokan dan ke-32 Padepokan tersebut dapat digolongkan 7 sampai 9 aliran. Ke-32 Padepokan & ke-7 aliran pencak silat yang berhasil dipelajari, dipahami, dan diamalkan oleh Raden Hassan Habuddin Sastrosubroto merupakan cikal bakal jurus-jurus dalam Pencak Silat Angkatan Muda Rasio (PAMUR).

PAMUR dibentuk oleh Raden Hassan H. S. pada tanggal 31 Desember 1951 di Pamekasan, Madura. PAMUR adalah Pencak Silat tangan kosong, tetapi dalam PAMUR juga tetap diajarkan 8 unsur senjata. Ciri khas PAMUR adalah permainan menengah, ciri ini berbeda dengan ciri-ciri yang ada pada beberapa pencak silat lainnya, seperti: Minangkabau, Melayu, Fort De Cock, Cimande, Tanah Merah, Mandar, Bang Simin, Cik Agil.

What is Dwelling – Perancangan Arsitektur 2

Memasuki tahun ke 2, tepatnya semester 4 di Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, akan dipelajari berbagai teori untuk mendukung kemampuan desain pada mata kuliah Perancangan Arsitektur 2, salah satunya teori dwelling. Teori dwelling ini dikemukakan oleh Martin Heidegger (1889–1976) dalam tulisannya yang berjudul “Building Dwelling Thinking“. Secara umum, simpulan bagian pertama dari buku Building Dwelling Thinking ini adalah sebagai berikut:

Berawal dari sebuah space, yang dianalogikan sebagai sebuah wadah kosong, Tuhan menciptakan kehidupan dengan cara membentuk makhluk hidup sebagai pelaku/subjek yang mengatur kehidupan, yang salah satunya adalah manusia. Sebagai makhluk hidup, manusia akan terus menerus memenuhi kebutuhannya, sebagai sebuah cara untuk mempertahankan eksistensinya. Kebutuhan tersebut dapat berupa kebutuhan naluriah maupun lahiriah, yang terangkum dalam vita complectiva dan vita activa. Dalam memenuhi kedua kebutuhan tersebut, manusia akan melakukan sebuah usaha, dimana jika usaha ini dilakukan secara terus menerus, akan menghasilkan sebuah kebiasaan (habit).

Namun, karena fitrahnya manusia merupakan makhluk social, maka dari kemajemukan tersebut, bergabunglah kebiasaan-kebiasaan individu ke dalam sebuah lingkungan sosial, dan terbentuklah agreement yang kemudian berkembang menjadi culture. Seiring berkembangnya waktu, culture tersebut mengalami perubahan akibat adanya pewarisan yang melibatkan perkembangan zaman yang disebut tradisi yang kemudian melahirkan sebuah memory pada masing-masing individu dalam lingkungan sosial tersebut.

Setelah itu, memory tersebut akan mempengarui individu dalam mengekspresikan dirinya melalui tindakan, pemikiran, dan perasaannya. Hal inilah yang kemudian akan mempengaruhi manusia dalam membuat bidang batas (marking) yang kemudian membentuk territory.

Dalam territory tersebut manusia menciptakan/menemukan identitas yang sesuai dengan kebutuhan dan memory yang dibawanya dari masa lalu sehingga dia merasakan perasaan yang nyaman dan lambat laun memunculkan sebuah perasaan home/homey. Dalam hal ini, home tidak hanya di artikan sebagai interaksi dalam diri seseorang terhadap ruangan yang ditempatinya, tetapi juga terhadap lingkungan sekitarnya (surrounding).

Keseluruhan proses diatas sejak terbentuknya space hingga memunculkan perasaan nyaman (homey), itulah yang disebut sebagai dwelling. Pencapaian tertinggi dari proses dwelling tersebut adalah home.

Music Evolution Infographic

This competition is fact-based and data-based infographic which is organized by Beritagar.id and supported by Smartfren. This event was organized online and have been submitted online on December 2017. This competition is open for college students and public in Indonesia.

This infographic tells about the journey of music player all around the world. The idea comes from the shape of hair braiding, it continually delivers the image of the journey from past to present, and that the monochromatic colour can evoke innumerable responses depending on how it is seen against other colours.

I got Top 5 Best Design with the prize of Samsung Galaxy J7 Pro.